Akhir tahun 2009, saya baru saja pindah rumah untuk yang ke 2 kalinya
dalam 1 tahun. Secara keseluruhan (selama saya di Jepang), saya sudah
pindah sebanyak 4 kali dalam 8 tahun. Untuk itu saya sedikit punya
pengalaman dalam hal pindahan di Jepang, yang ingin saya bagi untuk
teman-teman. Satu hal yang perlu diingat, tulisan saya ini berdasarkan
pengalaman, dan bukan riset menyeluruh. Jadi ada kemungkinan terdapat
perbedaan di berbagai tempat dan kondisi, harap maklum. Pada kesempatan
kali ini saya ingin berbagi mengani tata cara pemilihan rumah.
[Seri Kehidupan di Jepang] Bila ada yang meninggal di Jepang
Serba-Serbi
ditulis oleh Endrianto Djajadi
31/01/2010
SKJ atau Seri Kehidupan di Jepang ini adalah tulisan bebas saya, yang saya ambil dari pengalaman yang saya alami selama hidup di Jepang ini dan juga informasi dari beberapa teman. Walaupun tidak lengkap, paling tidak dapat memberikan informasi bagi teman2 yang sekarang tinggal di Jepang. Kalau ada masukan2 dan saran2 sangat ditunggu sekali.
Untuk yang pertama kali, saya mengambil judul hal-hal yang perlu disiapkan bila ada keluarga kita atau teman kita yang meninggal di Jepang ini. Tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman saya mengikuti proses ketika teman saya meninggal 1.5 tahun yang lalu dan istri teman saya 2 pekan yang lalu. Mudah2 an bermanfaat.
Bila meninggal bukan di rumah sakit maka jenazah akan diserahkan ke kepolisian dan polisi akan meneliti penyebab kematian tersebut.
Apakah memang meninggal karena sakit atau karena pembunuhan atau yang
lainnya. Polisi akan memanggil orang-orang yang terdekat dengan
almarhum.
Masyakarat
Indonesia di Jepang yang jumlahnya mencapai 24.858 orang (per Desember
2006) dan terus meningkat dari tahun ke tahun, tentunya membutuhkan
wadah untuk mengakomodir jalinan kebersamaan dalam beragam bentuk organisasi
kemasyarakatan. Untuk mengembangkan persatuan, menghilangkan ekslusivisme
dan memperkuat jaringan komunikasi di antara berbagai elemen bangsa
yang terangkum dalam berbagai organisasi kemasyaratan, Persatuan Pelajar
Indonesia di Jepang yang diwakili Komisariat Nagoya (PPIJ Nagoya) bersama
dengan Working Group for Technology Transfer (WGTT) dan didukung
penuh oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Garuda Indonesia, tergerak
untuk merintis terciptanya dialog antar organisasi kemasyarakatan Indonesia
yang ada di Jepang.
Semoga undangan ini menjumpai rekan-rekan sekalian dalam keadaan sehat walafiat.
Rekan-rekan sekalian, kira-kira setelah menyelesaikan dunia perkuliahan, apakah sudah punya rencana untuk bekerja di mana?
Setelah lulus s1 ingin kuliah sampai mana? S2?S3? atau lanjut terus sampai posdok?
Ingin tahu perbedaan dunia kerja dan dunia perkuliahan?
Bagaimana sih etika-etika kerja di Jepang? kendala apa saja yang dihadapi?
Dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan-pertanya n yang mengganjal di hati rekan-rekan sekalian.