Pada tahun 2009, Pemerintah Jepang mulai melaksanakan Global 30 Program, yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan internasional universitas-universitas jepang, sehingga dapat menawarkan pendidikan dan riset yang berkualitas.
Tohoku university merupaan salah satu dari 13 universitas yang ditunjuk untuk melaksanakan program ini.
Dalam rangka menyukseskan program ini, Tohoku University telah merencanakan 15 course di berbagai bidang ilmu, baik S1, S2 maupun S3 dalam bahasa inggris. selain itu, juga tersedia beberapa beasiswa dan support.
Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan universitas dengan riset terkemuka, dan telah bekerjasama dengan Tohoku University sejak tahun 2008, salah satunya dengan diadakannya course jarak jauh oleh Graduate School of Environmental Studies Tohoku University yang didanai oleh Japan Petroleum Exploration Co. (JAPEX) di ITB.
Untuk memepererat hubungan kerjasama tersebut, Tohoku University akan memperkenalkan program Global 30 ini dengan menyelenggarakan "Tohoku University Day" pada tanggal 18 s.d. 19 maret 2010.
Setelah kita menentukan rumah seperti apa yang kita inginkan dan membuat
daftar
prioritas rumah idaman (baca Seri Mencari Rumah : Memilih Rumah),
sekarang kita
harus memastikan kalau rumah idaman kita benar-benar ada. Ada beberapa
cara
untuk melakukan ini : bertanya kepada teman dan kenalan apakah ada rumah
kosong
dengan syarat yang kita inginkan disekitar mereka, atau bagi mahasiswa
bisa
pergi ke bagian administrasi universitas untuk mencari informasi. Tapi
tentu
saja informasi yang bisa kita dapatkan dengan cara tersebut sangat
terbatas.
Nah, inilah saatnya kita pergi ke Fudosan gyosha (agen real estate).
Selanjutnya dalam tulisan ini, saya akan memakai kata Fudosan (yang
dalam
bahasa Jepang sebenarnya hanya berarti ”real properti”) dalam pengertian
agen
real properti.
Perlu saya ingatkan, mulai dari tahapan pergi ke Fudosan ini keberadaan
kita
sebagai ”orang asing” di Jepang akan terasa. Ada beberapa hal yang harus
kita
perhatikan dan tahapan yang perlu kita lalui, yang berbeda dengan orang
Jepang
sebagai pribumi. Secara subjektif mungkin kita dapat mengatakan inilah
salah
satu bentuk prejudis terhadap orang asing yang masih dimiliki oleh
masyarakat
Jepang. Namun kalau kita mau berusaha bersikap objektif, perbedaan ini
dikarenakan adanya perbedaan budaya, perbedaan bahasa yang tentunya
sangat
berpengaruh pada hubungan kita dengan tetangga dan tentunya pemilik
rumah.
Teman-teman ... pertama-tama saya mengucapkan selamat
kepada
teman-teman yang baru saja mendapatkan amanah baru
dengan lahirnya
putra/putri tercinta.
Mudah-mudahan mereka menjadi anak yang
shaleh/shalehah
yang menjadi penyejuk mata orang tuanya.
Teman-teman ... ketika anak lahir tentunya bagi yang
pertama
kali mengalaminya akan bertanya-tanya kira-kira
hal apa saja yang
perlu diurus dan dipersiapkan ?
Akhir tahun 2009, saya baru saja pindah rumah untuk yang ke 2 kalinya
dalam 1 tahun. Secara keseluruhan (selama saya di Jepang), saya sudah
pindah sebanyak 4 kali dalam 8 tahun. Untuk itu saya sedikit punya
pengalaman dalam hal pindahan di Jepang, yang ingin saya bagi untuk
teman-teman. Satu hal yang perlu diingat, tulisan saya ini berdasarkan
pengalaman, dan bukan riset menyeluruh. Jadi ada kemungkinan terdapat
perbedaan di berbagai tempat dan kondisi, harap maklum. Pada kesempatan
kali ini saya ingin berbagi mengani tata cara pemilihan rumah.